Minggu, 12 Desember 2010

Tiket Semifinal Mulai Dijual Besok

Tak seperti di fase grup, di mana pembelian tiket bisa dilakukan lewat online. Untuk dua laga semifinal Indonesia-Filipina besok, tiket hanya bisa dibeli melalui sistem pembelian langsung di loket pembelian atau pihak ketiga, yang dijual mulai besok.

Di enam laga penyisihan lalu, para suporter yang ingin menonton langsung di Gelora Bung Karno, bisa memperoleh tiket melalui penjualan online di www.ticketsas.com, selain tentunya membeli langsung di loket-loket yang tersedia di seputaran GBK.

Kini dengan digelarnya dua laga semifinal Indonesia vs Filipina, 16 dan 19 Desember, di SUGBK, maka banyak yang bertanya-tanya, apakah penjualan online masih berlaku? Ternyata LOC tak lagi memberlakukan sistem tersebut.

Dilansir dari akun twitter resmi AFF Suzuki Cup, @SuzukiIndonesia, pembelian tiket hanya dilakukan lewat sistem pembelian langsung yang dimulai Senin (13/12) besok. Untuk loket di GBK. panitia membukanya di kantor BFN (Badan Futsal Nasional) yang terletak di samping kiri pintu 12, mulai pukul 12 siang.
Pembelian tiket sebelum hari pertandingan itu akan mendapat voucher yang nantinya dapat ditukarkan pada tanggal 15 atau 16 Desember. Untuk penonton yang membeli melalui Raja Karcis, bisa langsung menukarkan tiketnya pada hari H pertandingan.

Untuk tiket leg 2 yang akan dihelat 19 Desember, tiket resmi baru dijual setelah leg 1 usai.

Pihak rajakarcis pada hari ini, Minggu (12/12) membuka early booking untuk tiket semifinal leg 1 hingga pukul 17.00 WIB. Cara membelinya adalah dengan datang langsung ke kantor Raja Karcis di jalan Dr Saharjo No 2 (dekat Pasaraya Manggarai), Manggarai, Jakarta Selatan.

Untuk dua laga semifinal ini panitia melepas 70.725 lembar tiket atau lebih banyak 10.000 lembar dari jumlah rata-rata yang disediakan pada penyisihan grup kemarin.

Daftar Harga Tiket Semifinal Piala AFF
VVIP Rp 500.000
VIP Barat Rp 350.000
VIP Timur Rp 250.000
Kategori I Rp 150.000
Kategori II (belakan gawang) Rp 100.000
Tribun Rp 50.000 ( mrp / mrp ) 

Read more...

Old Trafford Memanas di Awal Pekan

Chelsea boleh jadi rival utama dan Mancheseter City serta Tottenham Hotspur muncul sebagai kekuatan baru. Tapi laga Manchester United melawan Liverpool dan Arsenal tetap selalu menghadirkan laga sarat gengsi dan pertaruhan harga diri.

Dengan Liverpool, MU sudah bersaing dengan klub dari kota pelabuhan itu sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. Khusus untuk Arsenal persaingan keduanya mulai "panas" sejak kedatangan Arsene Wenger di tim itu.

Meski dalam lima musim terakhir, MU dan Chelsea saling berbagi gelar di mana The Red Devils meraih tiga serta Chelsea dua, sementara Arsenal nihil gelar. Tapi 'Tim Gudang Peluru' sesungguhnya tetap musuh utama MU di era Premier League.

Persaingan antara pemain dan terlebih Wenger dengan Sir Alex Ferguson hampir pasti menghiasi headline banyak media lokal sana jika keduanya akan bertemu.

Contohnya adalah partai panas pada musim 2003/2004 kala Ruud van Nistelrooy bersitegang dengan Martin Keown, Patrick Vieira dan Ashley Cole. Dalam laga yang berkesudahan 0-0 itu Keown, Vieira dan Cole akhirnya menerima sanksi.

Lanjut lagi ketika kapten MU Roy Keane beradu mulut dengan Vieira di tunnel stadion Highbury kala kedua tim hendak memasuki lapangan.

Musim lalu pun Wenger jadi sasaran cemoohan fans MU saat dikeluarkan dari lapangan dalam laga di Old Trafford. Saat itu Arsenal kalah 1-2 meski sempat unggul lewat Andrei Arshavin.

Sedikit fakta di atas sudah menggambarkan bagaimana rivalitas di antara kedua tim itu. Sebuah rivalitas yang akan kembali tersaji saat Arsenal menyambangi MU di pekan ke-17 Liga Inggris, Selasa (14/12/2010) dinihari WIB.

The Gunners yang kini sedang memimpin klasemen dengan 32 poin butuh kemenangan untuk mempertahankan posisinya. Sementara MU dengan 31 poin siap menyalip ke puncak jika mampu merebut tiga poin.

"Empat atau lima tahun lalu laga ini sangat penting karena kami berdua bersaing memperebutkan titel. Kini Chelsea datang dan dalam lima tahun terakhir Chelsea dan kamilah yang bersaing," ungkap Fergie di situs resmi klub.

"Meskipun begitu, laga Manchester United melawan Arsenal dan sejarah antara kedua klub selalu menjanjikan pertandingan yang seru dan seperti yang sudah-sudah, kontroversi," sambungnya.

Read more...

Sabtu, 11 Desember 2010

GBK Masih Jadi 'Kandang' Filipina

Sampai saat ini belum ada perubahan terkait Jakarta yang juga akan dijadikan kandang Filipina di semifinal AFF Suzuki Cup 2010. Federasi Sepakbola ASEAN atau AFF dikabarkan menolak permintaan Filipina untuk menumpang di Vietnam.

Kabar tersebut dimuat di situs harian setempat, Inquirer, hari Sabtu (11/12/2010) ini, menyusul kontroversi penunjukan Stadion Gelora Bung Karno sebagai tempat Filipina memainkan laga kandangnya melawan Indonesia pada 16 Desember mendatang.

Pihak Filipina sangat geram dengan keputusan tersebut karena itu berarti mereka akan bermain dua kali di markas Indonesia, sementara mereka baru saja mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Piala AFF untuk pertama kalinya.

Perwakilan otoritas Filipina sudah mengajukan permohonan agar keputusan itu diubah, supaya pertandingan digelar di Panaad Stadium di Bacolod City atau tempat netral di Hanoi, Vietnam.

"Semua prosedur (surat untuk AFC, logistik, marketing, dan produksi TV) sudah diimplementasikan ke Jakarta. Itu sebabnya kami tidak bisa mengabulkan permintaan Anda," demikian ketua kompetisi AFF, Ravy Khek, dalam suratnya kepada sekjen Federasi Sepakbola Filipina, Chito Manuel.

Filipina menunjuk Jose Mari Martinez sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Saat masih menjabat presiden federasi, Martinez tidak merekomendasikan stadion mereka untuk menggelar pertandingan Piala AFF. Hal itu terjadi di akhir November, bahkan sebelum turnamen dimulai, sebelum Martinez turun dari jabatannya, dan tempatnya digantikan Mariano Araneta sebagai presiden interim.

Ironisnya, Martinez disebut-sebut masih diakui oleh FIFA meskipun dua minggu lalu dilengserkan oleh 25 dari 33 anggota federasi Filipina. Kabarnya lagi, pada Senin lusa ia akan ke Jakarta untuk membahas lagi revenue sharing dari penjualan tiket pertandingan "kandang" Filipina, bahkan menjajaki kemungkinan menukar jadwal leg kedua di Filipina pada 19 Desember.

Read more...

Jumat, 10 Desember 2010

Riedl & Pikal pun Ikut Heran

Andai Indonesia dan Filipina jadi menggelar dua laga semifinal di Jakarta, ada dua orang di kubu 'Merah-Putih' yang merasa heran. Mereka adalah pelatih Alfred Riedl dan asistennya, Wolfgang Pikal.

Setelah dinyatakan tak punya kandang yang layak untuk menggelar laga semifinal, Jakarta pun diputuskan menjadi "kandang" untuk Filipina. Padahal sebelumnya sempat dikabarkan laga leg I akan dihelat di tempat netral; di Singapura atau Malaysia.

Hal yang kemudian jadi kontroversi karena terjadi silang pendapat antara dua kubu di Federasi Sepakbola Filipina. Namun, tetap saja pemilihan SUGBK sebagai home ground Filipina membuat Riedl dan Pikal tak habis pikir atas keputusan itu.

"Keputusan (memainkan dua laga di GBK) ini abnormal," cetus Riedl usai memimpin latihan tim di Lapangan C, Senayan, Jumat (10/12/2010) sore WIB.

sumber Read more...

Selasa, 07 Desember 2010

Arif Suyono

Dari tiga pertandingan di Piala AFF ini, boleh jadi gelar super sub Indonesia pantas disematkan pada Arif Suyono. Melihat penampilannya yang kian benderang, bukan tak mungkin ia akan naik pangkat jadi starter.

Berposisi sebagai pemain sayap, Arif harus rela kalah bersaing dengan Muhammad Ridwan dan Oktovianus Maniani yang lebih dipilih pelatih Alfred Riedl sebagai pemain utama. Namun bukan berarti Arif kalah kelas dibanding dua rekannya itu.

Terbukti ia selalu membayar lunas kepercayaan dari Riedl ketika ia diturunkan di babak kedua. Sudah dua gol dilesakkan pemain Sriwijaya FC ini, masing-masing satu ke gawang Malaysia dan Laos, dan aksinya pun terhitung apik bagi pemain yang tak bermain sejak awal. Pantaslah jika gelar super sub diberikan padanya.

Di laga yang tak menentukan melawan Thailand, Selasa (7/12/2010) malam WIB kemarin, Arif membuktikan sekali lagi bahwa Riedl tak salah membawanya ke tim. Kehadirannya membuat permainan "Merah Putih" lebih menggigit.

Ia berjasa atas gol kedua yang dicetak Bambang Pamungkas lewat titik penalti dan menjadikan Indonesia akhirnya menang 2-1. Sepakannya yang mengarah ke gawang di menit ke-88 terkena tangan Panupong Wongsa dan Wongsa pun harus keluar setelah menerima kartu kuning kedua.

Dengan penampilan seperti ini Arif seperti senjata rahasia bagi Indonesia di kala sedang dalam posisi terjepit. Hal yang diakui pula oleh asisten pelatih Wolfgang Pikal yang memuji penampilan mantan didikan Arema FC itu.
Read more...

Grafity Art















Read more...

Christian Gonzales dan Irfan Bachdim



VIVAnews - Badan Tim Nasional (BTN) sudah mengeluarkan daftar nama pemain yang akan menjalani Training Camp tahap ketiga Tim Nasional Indonesia. Christian Gonzales dan Irfan Bachdim masuk dalam daftar tersebut.

Timnas Indonesia akan menjalani TC terakhir mulai 8 November 2010 sebelum berlaga di Piala AFF, Desember 2010. Dan pelatih Alfred Riedl sudah menentukan 30 nama pemain pilihannya.
Dari surat elektronik (e-mail) yang dikirimkan BTN kepada VIVAnews, Jumat 30 Oktober 2010, ada dua pemain yang menarik perhatian, yakni masuknya nama Christian Gonzales (Persib Bandung) dan Irfan Bachdim (Persema Malang).

Meski sudah 34 tahun, namun ketajaman Gonzales masih diperhitungkan Riedl. Striker kelahiran Uruguay itu akan mendapat paspor Indonesia dan menjadi Warga Negara Indonesia pekan depan, Senin 1 November 2010.













Sedangkan ambisi Irfan untuk membela Timnas Indonesia menjadi kenyataan setelah Riedl juga memanggilnya untuk menjalani TC. Gemilangnya permainan Irfan bersama Persema menjadi salah satu alasan mengapa Riedl memanggil pemain keturunan Belanda tersebut. Hingga saat ini Irfan sudah mencetak 3 gol bagi Persema















Riedl juga memberi Hamka Hamzah peluang untuk kembali membela Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persipura Jayapura. Pelatih asal Austria itu juga memberi kesempatan kepada gelandang serang Persija Jakarta Octavianus.

Selebihnya tidak ada perubahan signifikan. Riedl masih mempertahankan sebagian besar pemain yang mengikuti TC tahap 1 dan 2.

Namun, dari 30 nama pemain tersebut ada lima pemain yang masuk daftar waiting list, yakni I Made Wirawan (Persiba), Yesaya Desnam (Persiwa), M Roby (Persisam), Johan Juansyah (Persijap) dan Budi Sudarsono (Sriwijaya FC).

"Kelimanya waiting list, jika ada salah satu dari 25 pemain yang cedera maka mereka akan menggantikannya," ujar Ketua BTN Iman Arif dalam pesan singkatnya (SMS) kepada VIVAnews.

30 nama pemain ini kemungkinan besar yang akan didaftarkan BTN untuk Piala AFF. 22 pemain akan bermain di Piala AFF, sedangkan 8 lainnya menjadi cadangan jika ada pemain yang cedera selama turnamen.

Read more...